Bochan's Journal

I Miss Mr. Sunshine

Posted in bali, drawing by abochan on January 31, 2011

Blow The Murky Cloud

I wish I had superpower. I really want to blow out the dark clouds and stop these murky days.
Don’t get me wrong. I like rain. It gives sanity in this hot city. But when it comes to long rainy days, I really hate it.
I really miss the sunshine, sweaty days, beaches and sunset.

New Book, Updated List

Posted in book, hobby by abochan on October 14, 2010

This afternoon, I got a great surprise from JNE. Someone has sent a package for me but because JNE’s courier could not find my address, they called me by phone. So, end of story, I decided to pick up the package myself at their office.

At the JNE’s office, I saw the sender name. It’s PT Times Prima Indonesia aka Times Bookstore. Wow, I could guess what’s inside the package! It’s a book. And to make it look cool, it’s a FREE book! I never win a FREE stuff before! Okay, beside that free ubuntu CD which everyone can order by online or plate and bowl  that I got when I bought detergent, I never get a free stuff before. I won this book by tweeting some quotes from The Alchemist and then the bookstore picked three lucky winners. Quite easy, ey?

Well, thank you Times Bookstore! It’s a nice of you to send the package using YES (Yakin Esok Sampai) service.  I thought I have to take the book at the nearest branch.

 

Free Book

The Winner Stands Alone

 

I’ll put this brand-new book on my to-read list. In fact, I’ll put it on top of my list which means now I have twenty unread books. Hurray.. :|

Book Stack

Setahun Kemarin

Posted in bali by abochan on July 27, 2010

X : Kerja di mana?

Me: Bali

X: Wah, asik dong bisa jalan-jalan terus

Setiap ada teman, saudara, atau orang-tak-dikenal-yang-berbasa-basi bertanya, pasti saja ada bagian percakapan ini. Siapa sih yang ga pengen ke Bali? Apalagi liburan di Bali dan dibayar pula? Buat saya sih, kerja di sini, ada suka dukanya. Sukanya, tentu saja saya bisa eksplor Bali sepuasnya. Sedangkan dukanya, terasa ketika homesick dan ingin pulang kampung. Denpasar-Pekanbaru-Denpasar. Jauuh.. Bayangkan saja berapa biaya pesawat yang harus dikeluarkan :(.

Sudah setahun satu bulan saya tinggal di Bali. Siapa yang menyangka gadis ingusan seperti saya bisa bertahan hidup di sini :D. Kalau dipikir-pikir, saya banyak belajar dan berpetualang di sini. Saya baru tahu cara mengendarai sepeda motor. Motor matic sih. Kalau kata om saya, mengendarai matic itu seperti menggelinding tanpa usaha. Tapi, motor ya motor. Dua roda dan satu mesin. Jadi, saya sah bisa mengendarai motor :P.

 

Bintang Biru di Menjangan

Snorkeling di Menjangan

 

Lalu, saya baru pertama kali snorkeling di laut. Kalau ke Bali, jangan lupa snorkeling di Menjangan! Tidak rugi sama sekali, teman ;). Saya sudah dua kali ke Menjangan dan rasanya masih belum puas melihat betapa indahnya karang dan ikan di sana. Bahkan, kamera underwater tidak cukup untuk mengungkapkan keindahan Menjangan. Kapan ya bisa ke Wakatobi, Bunaken dan Raja Ampat? Huahaha, impian yang tinggi. Karena itu, harus mulai menabung dari sekarang. Gawat! Saya benar-benar sudah jatuh cinta pada kehidupan laut.

Di sini, saya juga pertama kali hidup mandiri tanpa keluarga. Dulu, saat kuliah di Bandung, saya masih punya om, tante dan nenek yang bisa dihubungi kapan saja. Sekarang? Wah, betul-betul hidup mandiri. Takut? Buat apa takut, malah seru. Kalau Papa saya bilang, jangan takut untuk merantau dan melihat dunia lebih luas. Kalau perlu, ke Kalimantan atau Irian Jaya sekalian. Setuju! Ingin sekali rasanya berpetualang ke sana dan mengenal kehidupan di sana.

Masih banyak first time experience lainnya yang baru saya alami setahun kemarin. Pertama kali lihat sunrise di pantai Sanur, makan sambal matah khas Bali, dan lain-lain. Oh ya, ada satu lagi yang tak terlupakan, pertama kalinya secara tidak sengaja, mencoba minuman yang mengandung alkohol. Waktu itu, saya tertarik melihat minuman berwarna biru yang dijual di Kuta Karnival. Judulnya sih fruit punch. Saya kira hanya sirup biasa. Eh ternyata, mengandung vodka. Mana saya tahu. Dari yang tua sampai yang muda minum kok. Ya, wajar dong kalau saya anggap aman. Wajah saya sempat memerah gara-gara minuman itu. Saya kapok. Lain kali, harus lebih berhati-hati.

Bagaimana dengan setahun ke depan? Apa saya masih di sini? Atau mulai berpetualang ke bagian dunia yang lain? Kita lihat saja ;).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.